Ga terlalu banyak yang terjadi di baby sitting edisi kali ini. aku dan Kassidie cuma nonton film Alvin And the Chipmunks. meskipun udah berkali2 noonton kagak bosen juga sih wehehe. lucu e.
Ohya, akhirnya aku ketemu sama tantenya Kassidie yang sekarang pindah ke rumahnya. biasa, udah ga akur lagi sama pacarnya. terus pindah. ckckck susah banget hidup kayak gitu. tapi orang sini mikirnya kenapa cinta musti diikat. One of my friend thinks, "Isn't it supposed to be a contract of love between two people. Can you really undermine that if the two parties are in love." wow! dia sendiri adalah seorang homosexual, baru tahun ini sih, dan dia temenku di sekolah. aku kagte juga pas tau. whoo hoo!
Dan bapak Kassidie sendiri sebenrnya mulai beberapa bulan lalu udah ga tinggal bareng sama Kassidie.
Hmmm, terlalu banyak masalah beginian di sini.
Saat ditanya aku punya sodara berapa, aku selalu bisa jawab dengan gampang, "I have one younger brother." that's it. saat aku nanya balik ke temenku yang barusan nanya, sering banget jawabannya rumit. saudara kadung berapa. saudara tiri dari bokap. saudara tiri dari nyokap. belom lagi sodara yang sama bokap. ato sodara sama bokap. ato anaknya mantan suami nyokap tiri yang ikut numpang serumah. wah, kaco balo deh kehidupan rasanya.
Agama pun cuma jadi bahan tertawaan aja di sini. ya ampun. cuma satu orang yang beneran religius yanga ku kenal di sekolah. tiap bangun tidur mesti baca injil, rajin ke gereja, volunteer ini itu, etc.
Ada juga yang tak tanya tinggal di mana, Jaffrey atau Rindge (soalnya distrik sekolahku mencakup dua kota ini aja), jawabnya dua-duanya. kadang tinggal sama nyokap di Jaffrey, kadang di Rindge sama bokap.
Hidup ini udah terasa rumit kadang2 buat saya, dengan keluarga yang saya pandang normal dan harmonis. ga bisa bayangin gimana perasaan temen2ku ini.
Bersyukur ajalah aku sepatutnya. Alhamdulillah Ya Allah... >_<
Labels: cerita dari negri sebrang, jeritan hati
