Gambar itu aku ambil di depan kamar setelah sekian detik aku nikmati langsung wujud aslinya lewat jendela kamar. Terlihat sedikit buruk memang. Entah kameranya atau kamerawatinya, tapi yang jelas bila siapapun melihat langsung dari sini pasti akan terkesima oleh kedahsyatan daya tarik-yang terkesan magis-dan keelokannya yang...Subhanallah!wonderful!
Matahari, yang sudah cukup tinggi untuk ukuran pagi meski waktu di sini(di kamarku)masih menunjukkan pukul enam pagi, terbentang hebat di depan pelupuk mata menghilangkan seluruh aroma luka.
Entah. Aku langsung suka saja ketika melihat semburat mentari yang menyinari. Terasa amat damai ketika aku menulis pagi ini ditemani cahaya dari Yang Maha Mengasihi.
Ada aroma hangat menyembul memecah kesunyian dibarengi celotehan anak-anak kompleks perumahan ini yang ribet mencari laron di pagi hari musim penghujan yang kian hari kian menggila.
Lega rasanya bisa melihat terik itu pagi ini, pagi musim penghujan yang biasanya selalu tertutup awan.
Dan sekarang aku masih ingin di sini barang sejenak melepas penat setelah berhari-hari harus pulang pergi bersama hujan.
Tapi aku tetap suka hujan ketika daratan Jogja panasnya bagaikan siang Saudi Arabia. Berikan kesejukan batin yang tiada kira, menyembulkan aura ketenangan yang terpancar dari mendungnya awan dan rintik hujan. Terasa begitu romantis jika seandainya bisa duduk bercengkrama bersama pasangan, namun aku sendiri lebih merasakan keromantisan saat dapat duduk termangu mengurai rindu bersama gerimis yang hantarkanku pada puncak kerinduan untuk Sang Rahman.
Dan lagi, aku juga suka hangat mentari ketika Jogja berhari-hari diguyur hujan tiada henti. Hangatnya bagai antarkanku merasakan nikmatnya surgawi. Saat deras peluh dan keluh mengucur bersama terik itu, sesungguhya terasa adanya dinamika yang rasanya luar biasa bila dapat nikmatinya.
Aku juga suka pagi ini ketika nafasku masih menemani untuk melihat betapa kuasa Tuhan ciptakan panas yang menghangatkan. Hangatkan batinku, jiwaku, aliran darah di tubuhku, seluruh sel yang bekerja bahu-membahu, bahkan tulang-tulang rusuk yang berjajar rapi ini.
Tentram rasanya ketika kulihat sekelebat keindahan-Nya. Tiba-tiba cinta menyeruak begitu bengisnya merobek nafsu dunia dan mengisi semangat awali hari ini, semangat untuk selalu taburkan benih rindu pada Sang Kekasihku, Tuhan seru sekalian alam.
Labels: pengalaman yang tak terlupakan

see...
the beautiful view..
jadi penenntt..
hagz..
katakatamuw..
sungguh menyentuh..
ckckc
sipsip!!!
.eLv L d'.