Waktu Dhuha Itu

Indahnya waktu dhuha selalu aku rasaklan tiap hari, tiap pagi, tiap waktu dhuha, ketika matahari naik sepenggalah.

Kurasakan amat nikmat degup gemericik air wudhu, dan segera kubasuh wajah, kuseka tangan, kuusap kepala, dan kucuci kaki dengan lembut air wudhu untuk dhuhaku pagi ini.

Sekilas cahaya matahari yang nampak malu-malu menerpa wajahku yang telah terbasuh air itu. Sangat luar biasa rasanya layaknya Cleopatra yang mandi dengan emas, tapi ini lebih terasa sejuk dan menyejukkan, sehingga aku lebih bisa merasakan, mengerti, memahami, arti hidup dan kehidupan.

Aku ingin segera bertemu dan bercumbu dengan Kekasihku pagi ini bersama dengan terus naiknya matahari sesuai dengan garis edar kehidupannya.

Hangat kembali terasa jalari seluruh nafas di jiwa, di tengah lincahnya aliran air di musim penghujan yang kata sebagian orang kelam dan suram, tapi kataku ini sangat indah untuk dikenang.

Waktu dhuha 4 November 2008 kusungguh bahagia ketika angin membawa kabar aku akan segera terbang ke Pangkal Pinang, yang kata Bung Karno 'Pangkal Kemenangan'.

Terima kasih Rabbi, atas suka cita yang kini kumiliki.
Terima kasihAbah-Ummi, untuk doa dan segala motivasi.
Terima kasih adikku Abi, untuk keikhlasan permohonan kepada Sang Pencipta Bumi.
Terima kasih kawan-kawanku yang sejati atas segala dukungan yang selalu melekat di hati.

Air mata yang jadi tinta menulisku pagi ini bersama ribuan puji tiada henti kehantarkan kepada-Mu Rabbi..

Dan kini ingin kuulang ruku', sujud..untuk-Mu Illahi..

0 Comments:

Post a Comment



Blogger Template by Blogcrowds