Haruskah Menyesal??

Nggak jadi ngumpul naskah kisah selama di Bangka deh..
huff!

Jadi gini nih ceritanya (mo ngedongeng nih gw!!cermati baik-baik ya adik-adik!hhe*_*)...
bulan Januari lalu alumni pertukaran pelajar(gayanya) Jogja-Pangkal Pinang(Bangka)-Bengkulu dan Jogja-Samarinda-Banjarmasin disuruh buat tulisan tentang sesuatu yang berkesan selama mengikuti kegiatan ini di tempat tujuan masing-masing, terutama tentang "PERBEDAAN". Yaaaa berkutat seputar makanan, kebudayaan, kebiasaan, bahasa, ato apapun deh yang beda. Kegiatan ini dilakukan atas instruksi dari bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Walikota Yogyakarta. Tulisan ini pun akan dibukukan dan disebar di seluruh Indonesia.. Dari 80 tulisan yang dihasilkan oleh 80 anak akan diambil 10 dan kesepuluh tulisan itulah yang bakal masuk dalam buku tersebut.

Nah, deadline pengumpulan naskah itu jatuh pada tanggal 8 Maret kemaren, dan parahnya tulisanku masih sama seperti yang dulu(lagu banget). SATU HALAMAN SAJA.!!!! Mengenaskan, bukan? Dan parahnya lagi, dari 80 anak yang disuruh buat tulisan hanya 21 saja yang mengumpulkan. Padahal waktu coaching penulisan di Impulse(penerbitnya) semua anak semangat sekali untuk menulis dan berharap tulisannya bakal dibaca sama semua orang di bumi (mantan) Zamrud Khatulistiwa ini.

Entah apa yang terjadi, kami(aku dan teman-teman yang tidak mengumpulkan naskah itu) sepertinya mempunyai jawaban yang hampir sama untuk pertanyaan,"Mengapa adik tidak mengumpulkan tulisan kisah pertukaran pelajar ke Impulse??"
Yap! Dan jawabannya adalaaaaaaaaaaaaaaaaaaah: "Maaf, banyak acara nih Kak di sekolah, jadi nggak sempet deh buat naskahnya!!!(dalam hati:MALES!!)"

Wehehehehe..ampe melas banget deh Kakak-kakak Impulse yang smsin kami-kami ini untuk segera membuat tulisan(padahal awalnya deadline jatuh pada tanggal 5 Februari 2009. Saking nggak ada yang ngumpulin tulisan, deadlinenya diundur terus deh ampe kemaren ini! Nggak tau juga kalo masih ada masa tenggang lagi! ckckckc!).

Dan sekarang permasalahannya....
Apakah aku berdosa atas ketidakproduktifitasanku dalam kegiatan kali ini? Tapi suer deh, ndilalah di sekolah lagi banyak banget tugas dan kegiatan. Aku mendapatkan banyak hal dari sana. Maka, jika aku kehilangan kesempatan memasukkan tulisanku ke dalam sebuah buku yang diterbitkan secara nasional (rencana), apa aku benar-benar harus menyesal?? Kesempatan memang nggak akan pernah datang dua kali, tapi kata guru bimbingan konselingku di sekolah, kita ini harus membuat prioritas dalam hidup!!

Jadi, haruskah aku menyesal tidak membuat tulisan itu, sedangkan di sisi lain aku mendapat nilai di sekolah dan bisa ikut andil di acara-acara sekolah?

2 Comments:

  1. emanuela agra said...
    yoo, klo Q jd km iIa jlz menyesal sich zak ,..
    mskpn kykN gpp aj tp sebagian kcil d hati,,[wuitiz bhasane..] it pzti ad penyesalan sndiri,...
    cz Q pun kerapa n pernah mengalamN,..
    yg pentink skrg, ambil hikmahN aj dlu n m'coba km m'ngambil keuntungan d t4 laenN kyk km pun bs konsen ngerjain tgs n km bs b'karya d skola...
    Tuhan ttp m'brikan sisi positif dr stiap kejadian kq,..
    tnag aj wan...[kawand..]
    ^_^ ,..
    zakia el muarrifa said...
    adudududud..
    makasih agraaaa..
    kau memberiku setitik(eh,seember lah,banyakan dikit)semangat dan pencerahan..
    setidaknya aku puas dalam presentasi geografi..heheheheheh^_^(kamu mesti juga..hah!!!)

Post a Comment



Blogger Template by Blogcrowds