Yang Muda Mencontoh Yang Tua atau...?




Nglithih, atau "cari musuh dari SMA lain" adalah aktivitas yang amat sangat sering dilakukan oleh sebagian besar atau malah semua anggota gank pelajar di Yogyakarta. Bahkan teman sekelasku pun sering kena klithih kalau sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah ke rumah. Ampe opname segala deh gara-gara nglemparnya, kagak tanggung-tanggung, pake batako! Manteb dah! Maknyus!!

Hmm..Ironis sekali memang. Yogyakarta yang notabene sebagai kota pelajar, banyak orang terpelajar, namun kelakuannya tak kalah dengan preman pasar. Grafiti yang terukir manis di tiap tembok orang atau di pinggir jalan adalah "hasil karya" mereka yang sangat membuat mata berbinar.
Aksi tawuran pun menjadi ritual penting yang tak terkalahkan. Saling ancam dan lempar merupakan kewajiban. Minum-minuman keras dan mengkonsumsi obat terlarang pun menjadi kebutuhan.
Kekerasan adalah sesuatu yang dianggap amat biasa karena memang itu telah menjadi kebiasaan. Hal itu pun seperti merasuk ke dalam sanubari dan melekat dalam nyawanya..
Entah yang benar yang mana...?
Apakah kelakuan para anggota dewan yang anarkis saling melempar bogem mentah adalah lanjutan dari pelemparan batu saat tawur di SMA?? Atau justru anak SMA yang mencontoh mereka menjadi begundal negeri yang katanya mereka cintai??
Kekerasan benar-benar telah merajalela di negeri ini. Bahkan sudah dicap menjadi budaya ibu pertiwi yang dulu katanya Gemah Ripah Loh Jinawi.

7 Comments:

  1. azzah syalalah said...
    kiakiakia...akhirnya diriQ berkunjung ke blogmu..huhuhu..nice blog sist. btw, tawuran di jogja emang bikin horor..kyknya mreka anggep dirinya akan eksis dg gebukin orang...hemmhh..so tragic:(
    zakia el muarrifa said...
    hehe.makasih.makasih
    iya niiih..
    sekolahku juga semakin horor!!!ckckck!ga ngerti deh musti gimana..temen-temen sendiri siiih..huh.
    Anonymous said...
    salam kenal zakia....
    blognya bagus banget, sebagai pelajar, mesti ditingkatkan kemampuan adaptasi dunia internetnya yaahhh, saya yang sudah tua juga tetap semangat ngeblog; saya sdh joint baik di GFC, terimakasih
    Stamma said...
    kereen blognya....

    wah....sementara disini maseh dag dig dug nunggu pengumuman aplikasi....situ dah longgar...
    zakia el muarrifa said...
    Kang Nawar: iya..terima kasih..tapi memang waktu yang membatasi untuk selalu ngeblog..semoga sekarang bisa lebih rajin ngeblog.

    CEC: terima kasih.
    hehe..iya nih..lha aku proses seleksinya sudah dari setahun yang yang lalu.jadi sekarang saatnya untuk menuai hasil. semoga anda jadi ke korea aja deh yaaa..
    Anonymous said...
    sepertinya, soal tawuran itu terkait banyak hal ya.. bukan hanya tua dan muda, tapi soal kultur yang sudah bergeser.. dulu, ada sih tawuran tapi mungkin dalam format yang berbeda.. manusiakan punya watak sebagai agresor... tapi yang paling jelas, saat ini banyak contoh yang dapat dengan mudah diakses.. sebut saja TV...

    contohnya, acara yang menampilkan penangkapan penjahat, kejahatan dll (yang sebenarnya dikelola oleh polisi... acara ini didukung humas polisi)... acara seperti ni cuku p menjadi contoh yang buruk, dan referensi yang terus menerus..

    Makanya, rajin belajar jadi pintar... malas belajar jadi polisi..
    zakia el muarrifa said...
    cen pancen og para polisi ki..
    ambiguuu!!

Post a Comment



Blogger Template by Blogcrowds