Calculus terasa semakin berat.
Survey of American History masih membosankan.
Journalism banyak tuntutan.
Shakespear, the one and only yang masih selalu menyenangkan.
Udara yang terus semakin bertambah dingin, jadi memperburuk suasana hati. Ketika kewajiban sana-sini menanti, otak terasa penuh, dan badan sudah tak berdaya lagi, rasanya menangis dan pulang kampung adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. tapi, Tuhan pasti punya rencana kan? hidup masih bisa berubah kan? buktinya baru beberapa waktu lalu aja aku merasa bahagia, kini hampir tak tersisa lagi rasa itu. Aneh bukan buatan. Puff! tiba-tiba semua menghilang.
Bahagia bisa tenggelam begitu aja hanya dengan mengedipkan mata. berasa Jinny oh Jinny? aku bermimpi bisa sepertinya. Cantik, punya ilmu sihir, mutiaranya banyak, bisa ngelakuin apa aja yang dia mau. tapi itu cuma khayalan manusia. ga bakal jadi nyata.
Saat orang tua menyapa dari kejauhan sana, terasa sebersit cahaya yang menyejukka di dada. Aku sungguh rindu mereka... i wish they were here T_T
Ya Allah, hanya sayap kasih-MU yang selalu aku tunggu...
Labels: cerita dari negri sebrang, jeritan hati
3 Comments:
-
- Anonymous said...
January 31, 2010 at 8:26 PMI'm here babe.. :))- zakia el muarrifa said...
February 1, 2010 at 9:09 AMthanks hun :))- Dwi Martutiningrum said...
February 6, 2010 at 10:43 PMaku ketinggalan banyaakk
