Aku ngerasa pengen banget pulang ke Indonesia akhir2 ini. Otak dan hati rasanya bener2 udah terkontaminasi budaya Amerika yang sungguh tak karuan. Mulai dari bebasnya pergaulan, sampai agama yang hampir tidak ada bekasnya..
Tapi siang ini aku pengin ngelupain sejenak persoalan hidup yang selalu aja ada di depan mata. Instead of playing tennis today, I cooked in Courtney's house. Karna ujan sih soalnya, jadi pertandingan dibatalin.
Kita masak home made pasta. Courtney ini suka banget masak, dia juga ambil Science of Cooking, last semester. So, yea, kita berhasil buat pasta, dan karena saya orang Indonesia tulen, ya musti makan makanan yang berasa dong ya, maka dari itu saya tambahkan bbq sauce (Courtney cuma makan pasta tanpa apa2 -- well cuma dikasih garam sama butter dikit waktu ngrebusnya. And she thought i was so weird cuz eating pasta wif bbq sauce. whatever. I LOVE MY LIFE :P).
Kemudian dia nganter aku ke rumah Tricia buat latian nyanyi (untuk talent show--sebenernya aku mualesss buanget, tapi Student Council "meminta" aku buat tampil karna ini bakal jadi kali terakhir untukku. blahhh! -______- )
Kita nyari lagu dan nada dasar yg tepat. ibunya sebenernya mau main pianonya, tapi banyak anak les so dia ga bisa bantu kali ini (orangtuanya pemusik dan pengusaha musik--haha gatau dah gimana nyebutnya!), so kita cuma beli music instrumental di iTunes (ga kaya di negara kita men, di sini orang takut asal download lagu, mesti beli CD atau beli musik legal di iTunes. Tambah miskin kali ya orang Indonesia kalo musti ngelakuin hal yang sama).
Anyways, kebetulan aku liat cellphonenya dan ternyata wallpaper punya dia adalah gambar seorang lelaki! wow! sahabat saya sedang in love! aku godain deh...akhirnya dia cerita. bla bla bla. akupun juga cerita gimana perjalanan kisah picisan hidup saya. terus percakapan ini beralih menjadi obrolan agama. Tricia adalah seorang Kristen yang taat yang beneran ngerti agamanya, dan dengan nalar. nah ini adalah kesempatan besar untuk menguatkan iman.. terlalu lama terkontaminasi dengan kebingaran dunia, saatnya kita beneran duduk dan membahas soal keyakinan. dan percakapan ini ga berakhir untuk beberapa jam, dan kita lupa latian nyanyi juga. pokok bahasan awal tentang kisah cinta. akhirnya dia memutuskan mengakhiri percakapan saat gabisa lagi jawab pertanyaanku.. (mungkin gabisa dibahas terbuka di sini, takut menimbulkan kontroversi nyata nantinya. peace out!)
well aku lebih lega sekarang rasanya. bukan karna menang debat, tapi karena masih ada orang yang bisa diajak bicara soal agama, yang membuat aku lebih dekat lagi padaNYA...
Labels: cerita dari negri sebrang
0 Comments:
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
