Kita Saudara, Seiman dan Seagama

Ada kisah menarik di balik makan siang di kampus Franklin Pirce beberapa hari lalu. Jadi waktu aku selesai ambil makanan penutup (cheese cake, brownies, and peace) dan mau kembali ke temapat duduk, tiba2 ada seorag ibu bertubuuh tambun terlihat bercahaya wajahnya dan menghampiri saya. Beliau mengenakan jilbab. Akupun mengulum salam, "Assalamu'alaikum.." beliau menjawab salamku dengan penuh takjub dan rasa gembira yang terlihat jelas dari sudut matanya.

Beliau ini adalah pekerja cafeteria di kampus Franklin Pierce. She was so exited when she saw me. ini adalah kali pertamanya beliau melihat seseorang pake jilbab (saya), setelah berpuluh2 tahun tinggal di daerah ini.

Sang ibu berasal dari Jerusalem,Palestine. aku langsung aja iba rasanya waktu beliau bilang tempat kelahirannya. aksennya kental sekali dengan Arab. Aku merasa bersyukur Allah mengirim aku untuk ibu ini. beliau sampe ngundang aku segala, kalo bisa makan di kampus ini biar ketemu dan bisa ngobrol lagi. Aku tanya, apakah beliau bisa pergi ke masjid selama tinggal di sini. Beliau bilang bisa, tapi kerjaan, yang musti dikerjakan untuk menyambung hidup sekeluarga jadi lebih penting. Astaghfirulloh, seandainya aku bisa membantu ibu ini... Demi bisa bertahan hidup beliau musti meninggalkan tanah kelahiran dan bersusah payah di negri orang, tanpa saudara, tanpa lingkungan yang bisa mendukungnya. semoga Allah melimpahkan rahmatnya untukmu, Ibu dari Palestina..

0 Comments:

Post a Comment



Blogger Template by Blogcrowds