Sunday School/Arabic School/Madrasah siang ini terasa begitu spesial. kami punya guru pengganti. guru ini strict banget. tapi aku justru suka karena kita emang membutuhkannya. sang guru ini pengetahuannya luas banget, tapi dia tetep memberi aku tempat untuk berbicara, sharing pengetahuan, dan bantuin dia ngajar di Youth Group.
Setelah makan siang dengan pizza (merayakan kemenangan kami di MIST), kitapun melakukan forum terbuka. Myriam, sahabatku yang insya Allah bakal pergi ke Korea bareng aku, Zeeshan, dan Fariha, pengen sharing sesuatu yang mengganggu pikirannya setahun belakangan.
Pagi ini kita baca surah Yasin, dan dia minta keluar ruangan karena ga sanggup denger surah ini dibacakan. terus akhirnya dia cerita, kalo sahabatnya menginggal 9 bulan lalu (orang Indonesia), dan banyak orang bacain surah Yasin ini. dia bilang kalo dia udah berdoa banyak buat kesembuhan sahabatnya ini, tapi apparently, dia merasa kalo Allah itu ga bisa bantu dia, dia mersa menderita melebihi keluarga sahabat yg meninggal ini. lalu guru kami ngejelasin kalo sahabat ini milik Allah, jadi ga ada hak kita untuk marah sama Allah. dan lagi, yg Allah berikan buat dia keluarganya, dan sahabatku tadi pasti yg terbaik. akupun nambahin kalo semakin kuat iman kita, semakin banyak ujian yg bakal menerpa. tinggal gimana kita menjaga hati untuk tetep berpegang pada iman kepada Allah atau tunduk pada bisikan iblis. semua anakpun nangis dengan cerita sahabatku yg bener2 tersiksa karena sahabatnya meninggal. terus kitapun bahas tentang kematian. akupun ga bisa nahan nangis juga. saat aku nangis, aku inget ibu..
Ibuku, yang sedang berjuang keras melawan penyakitnya di Jogja.. Ibuku, yang jauh tapi selalu ada doanya. Ibuku, yang tak terlihat tapi terasa kasihnya. Ibuku yang tak terdengar tapi selalu teringat. Ibuku, yang tak bisa kubelai sekarang.. Ibuku yang tak bisa kutemani dan kulayani sekarang.. Ibu..aku segera pulang..
Akupun cerita di hadapan guru semua anak di kelas. Ibuku, sudah hampir satu tahun menderita bersama sakitnya. ibuku yang beberapa hari lalu aku telpon dan terlihat sangat putih dan cantik (semakin putih karena ga bisa kerja lagi dan keluar rumah seperti dulu) dengan jilbab putih dan baju ungu, sekarang sedang berusaha kuat untuk sembuh. akupun mohon doa kesemua orang di kelas ini. air mataku tumpah tak tertahankan. semua anak menangis. guruku langsung menengadahkan tangan dan mengajak kami semua berdoa. Untuk Rukayah, sahabat Myria, dan untuk IBUKU yang penyayang...semoga dengan sakit ini dosa ibu diampunkan. semoga dengan sakit ini ibadah ibu diterima. semoga dengan sakit ini pintu surga semakin dibuka.
Ibu, I love being here, in the USA, but I can't stay longer to be away from your love. I love you, and I will be home soon...
Labels: cerita dari negri sebrang
2 Comments:
-
- azzah syalalah said...
May 5, 2010 at 8:00 AMkia sayang, aq baru tau kalo ibu sakit. jadi pengen jenguk banget nih.smoga Alloh segera berikan kesembuhan pada ibu, biar bisa aktivitas lagi seperti sedia kala. brarti ga ngajar di TK lagi ya?- zakia el muarrifa said...
May 6, 2010 at 9:26 AMmohon doanya aja mbak biar ibu cepet sembuh. iya, ibu ga bisa kerja sekarang :(
