Cintaku Kembali Berlalu

Hati menangis
Mengumbar sedih
Lagi...
Ketika Romadhon pergi

Romadhon akan beranjak pergi
Lagi...

Kenapa engkau malah bahagia
Sedangkan langit dan bumi saja menangis karenanya

Apakah aku akan menemui Romadhon
Apakah kita akan menemui Romadhon
Lagi...?

Belum pasti!

Maka menangislah!!!

Karena bulan paling mulia
semakin menjauh dari kita

Kemaksiatan kembali
merajai dunia
Syetan berkelana lagi
terlepas dari belenggunya

Dan kita akan terlena
Lagi...

Lupa
Lagi...
Pada-Nya

Maka bersedihlah

Karena bulan paling mulia
akan meninggalkan kita

Masjid kembali lengang
Dan manusia kembali menggenang
Menggenang...
dalam lautan dosa dan kemaksiatan

Kita ini hina
Maka mohon ampunlah pada-Nya
Sekarang
Ketika Romadhon segera melambaikan
tangan pada semua insan

Ketika perbedaan kembali mengguncang
dan kau malah tertawa karenanya

Suka cita itu tak ada guna

Kekalahan dan kehancuran orang kita mungkin segera datang
Bukan karena sedikit
Orang kita banyak
Membeludak
Namun hanya seperti buih
Lemah
Tak berguna
Tak berdaya!

Tangis..
Menangis..
Menangislah..
Menangislah bersamaku saudara..

Karena mereka yang tak tahu apa-apa
sedang menertawakan kita
Membanggakan diri mereka
dan gotong royong lumpuhkan kita

Jangan tertawa!

Bangkit dan bersatulah
Bersama kita menangis
Karena Romadhon
terus beranjak,
berjalan,
berlari,
berlalu,
dan pergi.

Tak tahulah aku kapan ia kembali dan aku dapat menemuinya lagi!

111007-250908

2 Comments:

  1. Anonymous said...
    Kia punya puisi yang bagus,, cuma buth sedikit sabar untuk memilih diksi.. puisi itu bukan soal diksi cecara semantis atau semiotis saja,, tapi juga soal rasa.. so keep going..

    teruskan menulisnya..
    zakia el muarrifa said...
    wehheeee..jadi malu..jelek banget mesti sebenernya,..
    yayayay..semoga bisa lebih baik..
    makasih..

Post a Comment



Blogger Template by Blogcrowds