Ganti Korupsi dengan Ilmu Illahi


Hari kedua puasa terasa lancar saja, tapi entah mengapa terasa ada derita dalam diri saya. Sore nanti saya akan berangkat meninggalkan keluarga untuk mencari ilmu kembali. Seorang diri meskipun memang banyak kawan yang menemani. Ironis sekali. Ketika teman-teman sepermainan saya yang lain asyik nonton tivi di rumah sambil menunggu hidangan lezat buatan ibu mereka, saya harus pegang pulpen dan kitab di pesantren untuk menambah khasanah pengetahuan saya, untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim.
Menuntut ilmu. Dua kata yang terasa aneh, kampungan, dan norak mungkin di telinga anak muda zaman sekarang, meskipun tak dipungkiri bahwa memang masih "ada" anak muda "lain" yang peduli terhadap hal yang satu ini.
"Hah, hari gini ngaji??? Nggak lepel lah yaw!!!" kata seorang pemudi dengan pakaian minim dan gaya kemayu yang saya temui beberapa waktu lalu. Mengenaskan.
Bukankah bila kita menginginkan suatu hal yang besar perlu pengorbanan yang besar pula? Mana ada guru besar yang tak pernah belajar. Mana ada profesor yang kerjaannya cuma ngorok dan selonjor.
Meskipun saya anak IPS dan belajar ekonomi yang menerangkan bahwa prinsip ekonomi itu ialah melakukan pengorbanan atau usaha seminimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin, saya, sampai saat ini masih meyakini bahwa bila kita menginginkan sesuatu yang "besar" maka diperlukan pengorbanan yang besar pula.
Justru prinsip ekonomi tadi mengingatkan saya pada para koruptor negeri ini yang sangat pandai dalam menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedikit kerja banyak uangnya!!! Persis kan??? Minimal usaha banyak hasilnya.Tinggal tanda tangan, ongkang-ongkang, eh, keluar deh uang!Mudah bukan!? Tapi masalahnya menuntut ilma itu tidak sama dengan mengeruk uang rakyat melulu.
Dalam menuntut ilmu itu perlu kesabaran, keprihatinan, dan banyak pengorbanan, baik pikiran maupun uang.
Jadi, betapapun perihnya harus berpisah dengan keluarga di bulan puasa, saya tetap harus menjalaninya. Karena hidup adalah pilihan dan ini adalah pilihan saya.
Saya ingin memperkaya diri. Bukan dengan korupsi namun dengan ilmu Illahi.


Kalau saya sudah sukses nanti...saya kabarin lagi deh!!!heheheheehe..
May Allah bless you..

Happy Fasting!!!

0 Comments:

Post a Comment



Blogger Template by Blogcrowds